rohde49wu

An error occurred,
please try again.

http://img.tokoradio.com/cache/data/cor-simple-tokoradio-2-455x525.jpg

COR (Carrier Operated Relay), sangat banyak versi cor yang dipergunakan dan dipost oleh sobat-sobat blogger, sejak yang sangat sederhana sekali hingga yang tinggkat cakap, dan cor ini biasanya dipergunakan untuk menggabungkan dua buah radio yang biasanya di bagi untuk memproduksi pancar kembali.


Membuat Repeater sendiri dengan rangkaian COR yang simpel, rangkaian ini biasa juga disebut secara modul cor (Carrier Operated Relay), siap di bakal dengan mudah karena komponen-komponen yang dimanfaatkan banyak & mudah pada peroleh dipasaran tidak mempergunakan komponen luar biasa seperti IC CMOS, atau IC TTL atau MC (Microcontroler) diantaranya pada modul-modul cor kompeten cor repater dan sepertinya saja postingan kali ini pun bagian mulai banyak rangkaian-rangkaian cor yang dapat terlihat di dunia maya untuk menghasilkan sendiri pancar ulang.


COS Input

Cuilan gambar runtunan diatas ada ada penambahan switch, penambahan ini dalam buat untuk antisipasi apabila COS daripada radio Recivernya berlogika low atau high, rangkaian tersebut mungkin siap dipergunakan untuk semua merk radio yang diharapkan ikatan cortersebut pun dapat dipergunakan, dengan cara merubah status switch, jika COS dari radio penerima berlogika low maka switch diposisikan ke no 3, dan jika COS dari radio penerimanya berlogika high oleh sebab itu posisi switch dipindahkan di no1, di dalam prinsipnya ada dua type transistor yang berbeda PNP dan NPN, pada tatkala COS yang diterima berlogika low jadi yang bekerja adalah transistor PNP, serta sebaliknya kalau COS yang diterima berlogika high maka transistor yang bekerja ialah NPN bertumpu halnya secara rangkaian cor pada postingan pancara ulang dengan icom 2100 yang lalu.


Audio Input

Di rangkain input ini terdapat dua impak resistor yang memang berniat tidak dalam buat meski besar peringkat tahannanya, hal ini disesuaikan dengan input yang dipakai, pada tatkala artikel ini di posting uji buktikan audio yang digunakan diambil dari audio input radio receiver sebelum ke VR (trimpot) Volume dari radio penerimanya, perhitungan RX1 pada buat 1K, sedangkan tahanan RX2 gak digunakan sedikit pun. jika audio in di hubungkan di speaker out dari radionya nilai rintangan RX1 dibuat sebesar 5k6 ohm serta nilai uzur RX2 100ohm, dan usahakan volume atas radio penerimanya jangan terlalau besar, dikarenakan jika tanggapan input terlalu tinggi oleh sebab itu suara yang dihasilkan tidak akan sempurna, di saat penyambungan pastikan ground terpasang secara baik dan kabel yang dipergunakan sebaiknya mempergunakan tali head yang baik untuk mengurangi noise audio.


Rangkaian tone control disini bukanlah tone control tingkat kompeten namun tone control sedang, hanya memfilter suara atau nada semampai (treable) rendah (bass) yang dapat tuntas pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk hasil yang setara dengan yang diinginkan sepantasnya kalibrasi sistem tahanan VR dengan buntal kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.

Dari penggalanan tone lebih dari juga terjumpa VR ataupun tahanan geser yang beroperasi sebagai volume untuk mic in radio pemancar atau Radio TX, penambahan transistor C945 lebih dari sebagai penguat sehingga taklimat yang merasuk melalui kurang lebih tahanan dan kapasitor dapat di perkuat sebelum dikirimkan ke pendatang ( keradio pemancar).


Koneksi Ke Radio

Audi In sebaiknya diambil sebelum menyerap ke IC Ampli/Penguat yang terdapat di dalam radio untuk hasil audio yang elok, namun mampu juga memungut audio daripada jack speaker yang ditemui di radio, hanya saja jika menggunakan salur ini sepantasnya volume radio jangan terlalu besar. berbeda dengan COS in sebaiknya dalam cari secara baik apabila menggunakan radio yang tidak tersedia konektor outnya seperti radio alinco DR135 yang sudah biasa disediakan conector db9, radio motorola ada yang sungguh tersedia siap juga yang bukan, untuk mecari jalur cos pada radio sebenarnya tidak terlalu susah namun dibutuhkan sedikti ketelitian dan ketabahan,


Sekilas jalan mencari salur cos di dalam radio,

Atur frekuensi yang hendak dalam gunakan, pastikan posisi pertimbangan radio pada mode gaib (normal) / menggunakan tone, seteleh tersebut siapkan radio ht dan samakan prestise frekuensinya serta coba meneken ptt pada radio yang kedua (ht), gunakan multi tester untuk mencari tisu cosnya, prima coba telusuri di kawasan kaki IC ampli/suara lazimnya ada urat audio mute jalur tersebut juga sanggup dipergunakan pada saat radio menerima petunjuk dari radio yang kedua. Akan terdapat perubahan di jarum mutitester pada ketika ptt di radio ke-2 ditekan & dilepas, kalau di potongan audio mute tidak terlihat coba telusuri di bagian if umumnya disini pun ada. hanya saja tegangannya kian kecil dari jalur utuk audio mute. Jika pada saat PTT dari radio lain ditekan dan lidi bergerak bertambah berarti cosnya high, dan ptt dicopot jarum kembali keawal, begitu sebaliknya ptt tidak ditekan jarum menunjuukan level tarikan atau berada ditengah dan pada ketika PTT ditekan jarum berlayar turun dipastikan cos nya low. pada pencarian cos ini usahakan cari cos yang bermutu tegangan 5 volt.


Radio Pemancar

Untuk koneksi sambungan ke keradio pemancar, VCC bisa dihubungkan ke urat + 8Volt yang umumnya terdapat pada jack untuk extramic, ataupun dapat pun menghubungkan langsun didalam radio pemancar / bisa pun dengan cara menambahkan adaptor, pemberian modal daya ataupun tegangan untuk rangkaian cor dan tone ini usahakan tegangan yang diberikan luar biasa stabil, sebab kestabilan dari tengangan saangat mempengaruhi tanggapan yang dihasilkan, jika sediaan daya gak baik talun yang didapatkan bisa saja tidak tertib ada dengung atau titah sedikit berisik. untuk serat audio out dari sambungan dihubungkan ke jalur mic dari radio pemancar, & jalur ptt dihubungkan ke ptt radio pemancar, sedangkan jalur ground pastikan terhubung dengan indah, baik ini ground untuk mic serta ground chasis pesawat. Sewa Repeater HT

rohde49wu's latest sounds

rohde49wu has not uploaded any sounds...