quinndowling37

An error occurred,
please try again.

Pastry dimaksud dalam tulisan ini diartikan sebagai jenis puff dan danish pastry. Keduanya adalah species adonan yang menghasilkan roti yang berlapis-lapis. Lembaran-lembaran dalam adonan pastry dihasilkan dari pencampuran luluhan dengan lemak lipat / yang lazim disebut pastri margarin dan dikenal pula dengan istilah korsvet.


Yang unik dari kocokan pastry berikut, lemak lipat tidak dicampur ke di adonan padahal dioleskan sedikit dan merata pada segi adonan. Lalu kemudian adonan dilipat lalu dtipiskan kembali. Reaksi melipat, melapisi korsvet juga menipiskan kocokan ini dikerjakan berulang-ulang sehingga diperoleh luluhan akhir yang tampak diantaranya lembaran yang menyatu. Di saat pemanggangan dalam oven, lembaran di dalam adonan bakal mengembang jadi hasil konklusi kue hadir banyak tingkatan tipis yang menyatu.


Roti yang terbuat dengan puff pastry bakal sangat repas. Sementara di danish pastry hasil walhasil tetap berlapis-lapis, namun bukan serenyah puff pastry. Itu karena kocokan danish merupakan perpaduan adukan roti & adonan puff.


Pengenalan Bakal:

Tepung terihgu, untuk memproduksi adonan pastry dibutuhkan terigu dengan predestinasi protein tinggi. Agar pengembangan adonan siap sempurna jadi dihasilkan level berlembar-lembar


Lemak, yang dipakai adalah pastri margarin (korsvet) atau mentega lipat dalam membuat lapisan-lapisan pada kocokan. Sementara margarin/mentega diperlukan untuk memberi wewangian serta mencicip lebih nikmat pada luluhan. Perlu diingat, pemakaian margarin/mentega hanya 10 persen dari keseluruhan sedap yang dibutuhkan dalam rumus.


Air es, diperlukan untuk melarutkan tepung sehingga memerankan gumpalan luluhan yang lemas.




Garam, untuk memberikan mencicip gurih dalam adonan


Gula pasir, melepaskan rasa menawan serta warna kecokelatan dalam kue saat dipanggang. Kecuali adonan danish, adonan puff tidak memerlukan gula di dalam jumlah banyak.


Telur, agar kue makanan kecil lebih gurih dan warnanya cerah. resep kue tradisional kuning telurnya saja. Di samping dicampur dalam kocokan, kuning telur juga lazim dioleksan dalam adonan makanan kecil agar lebih mengkilap.


Kunci Sukses Menciptakan Pastry

Setiap selesai memoles adonan dengan korsvet kemudian melipatnya, simpan/istirahatkan adonan dalam lemari es selama masa 10 menit sebelum digilas kembali. Ini untuk menyampaikan kesempatan luluhan bekerja sempurna


Gilas luluhan dengan ketebalan minimal 1 cm. Kocokan yang digilas terlalu sedikit akan membuahkan volume puff pastry rendah. Di pinggir itu juga bisa menyebabkan adonan terbagi sehingg korsvet menyembul tampak. Akibatnya luluhan tidak mampu berlembar.


Penggilasan adonan untuk terakhir kalinya harus dikerjakan rata serta ke seluruh arah supaya adonan punya ketebalan yang serupa


Potong sedikit saja seluruh bagisah bingkai adonan yang sudah digilas untuk memunculkan jalur lembaran. Jika bagian tepi tidak dipotong, saat dioven lembaran adukan tidak tampil


Gunakan badik yang teliti untuk memotong lembaran luluhan agar tidak merusak lapisan/lembaran adonan


Pemenggalan adonan seefektif mungkin. Kocokan pastry bukan seperti kocokan kue polos yang siap di uli kembali. Bila diuli hendak menghilangkan lembaran/lapisan pada adukan


Rekatkan pada setiap ujung/akhir pelipit dengan sumbangan putih telur supaya saat dipanggang bagian yang terlipat bukan terbuka


Ketika memoles beserta telur, usahakan telur gak menetes oleh karena itu menutupi pelipit lembaran makanan kecil


Untuk adukan danish pastry, istirahatkan adukan selama 30 menit supaya mengembang sempurna


Panggang di oven di dalam suhu menjulung sekitar 200 derajat celcius sampai terlatih kerangka pastry. Setelah tersebut turunkan suhu pada 180 derajat celcius. Pengovenan beserta suhu menjulung akan membantu memaksimalkan penyusunan lembaran-lembaran di kue.

quinndowling37's latest sounds

quinndowling37 has not uploaded any sounds...